Penurunan dan Pengendalian Angka Kematian Ibu dan Bayi

10 Jun 2024  | 230x | Ditulis oleh : Team
Penurunan dan Pengendalian Angka Kematian Ibu dan Bayi

Dokter spesialis di Kabupaten Rembang dikumpulkan dalam rangka membahas penurunan dan pengendalian angka kematian ibu dan bayi. Kasus kematian ibu rata-rata terjadi usai nifas.

Untuk kasus kematian anak ada pada masalah sistem pernafasan, bayi yang berat badan lahir rendah, lain-lain, kelainan congenital, pnemumonia, diare, infeksi dan demam berdarah.

Dihadiri oleh Bupati Rambang dan sekda Rembang, dalam pengarahan yang disampaikan Kepala Dinkes Rembang dr Ali Syofii di selai review tatalaksana kegawatdaruratan maternal neonatal.

Direktur RSUD dr R Soetrasno, dr. Agus Setiyo Hadi dan direktur rumah sakit swasta, dokter spesialias kandungan, anak, penyakit dalam, jantung, paru dan  lainnya tergabung tim monitoring dan evaluasi rumah sakit, kepala puskesmas.

Terkait angka kematian ibu masih trend dan mengalami naik turun. Tahun 2019 ada 7, tahun 2020 meningkat 13, tahun 2021 meningkat 14. Kemudian tahun 2022 menurun menjadi 6 kasus. Terendah sepanjang sejarah di kabupaten Rembang.

Tetapi pada tahun 2023 kasus naik tajam menjadi 11 angka kematian ibu. Diawal tahun sempat rasa kekhawatiran  karena memasuki bulan January dan Februari kembali mengalami kenaikan dan meningkat cepat.

Berkat upaya pengendalian secara bersama-sama saling bahu membahu, di tahun 2024 angka kematian ibu turun menjadi 3 kasus.

Berharap bisa setara di tahun 2022 atau menjadi lebih rendah, baik angka kematian ibu atau angka kematian anak akan lebih berkurang.

Dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi yang harus dilakukan adalah dengan memastikan bahwa setiap ibu memiliki akses dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas.

Kesehatan tersebut meliputi pelayanan kesehatan ibu hamil, pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih, perawatan masa nifas bagi ibu dan bayi, perawatan khusus dan rujukan apabila terdapat komplikasi serta pelayanan KB.

Peran pemerintah dan tenaga kesehatan terkait sangatlah penting, disamping itu pula peran keluarga sangat penting juga dalam menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi.

Peran dari kelaurga dapat dilakukan melalui pendekatan kelaurga, pelaksanaan pendekatan keluarga ini memiliki tiga hal yang harus diadakan atau dikembangkan, yaitu instrument yang digunakan ditingkat kelaurga, forum komunikasi yang dikembangkan untuk kontak dengan keluarga, dan keterlibatan tenaga dari masyarakat sebagai mitra Puskesmas termasuk Klinik.

Informasi lengkap masalah tenaga ahli layanan kesehatan masyarakat bisa diakses melalui pafikotarembang.org, disini Anda bisa mendapatkan informasi yang bermanfaat seputar dunia farmasi serta pengumuman apabila dibutuhkan untuk para ahli farmasi.

#Tag
Artikel Terkait
Mungkin Kamu Juga Suka
Rajakomen
Scroll Top